PROFIL

Sukses menjalankan bisnis di bidangnya masing-masing tidak menyurutkan niat kelima pengusaha wanita yakni Rustini Muhaimin Iskandar, Shobibah Rohmah Nahrowi, Mirawati Basri, Tia Lukman Tanjung, dan Maya Miranda Ambarsari untuk meramaikan bisnis fesyen busana perempuan Tanah Air.

Di bawah bendera usaha Hatice Boutique, para pengusaha tersebut menghadirkan koleksi busana ready to wear dan selalu up to date dalam konsep butik sehingga koleksi yang dikeluarkan bersifat limited edition.

 Keinginan membangun bisnis fesyen wanita ini tidak lepas dari kecintaan mereka terhadap fesyen. Tidak heran bila tagline yang dibawa untuk Hatice Boutique ini ialah “I am the Fashion”, mengartikan bahwa perempuan harus berani menunjukan jati dirinya dengan setiap pakaian yang dikenakannya, dan Hatice siap menghadirkan beragam busana yang dapat menjadi trendsetter fesyen terkini.

Oleh karema itulah, pada hari ini, Jumat, 7 April 2017 dilaksanakan Grand Launching Hatice Boutique. Sebelumnya, telah dilaksanakan Soft Launching Hatice Boutique sekaligus khataman Al Quran dan pengajian pada Desember 2016.

Hatice itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti Hadijah, istri Nabi Muhammad. “Hatice itu Khadijah istri Nabi Muhammad SAW, saudagar wanita, salah satu contoh wanita Islam yang menjalankan bisnis dengan lilahi ta’ala berangkat karena Allah, bukan hanya semata-mata karena uang tapi lilahi ta’ala. Dan kami ingin bisnis yang dijalankan ini juga selalu berangkat karena Allah,” ujar Maya Miranda Ambarsari, salah satu pendiri Hatice dalam acara Grand Launching Hatice Boutique, Jumat (7/4/2017).

Oleh karena itulah, selain mengeluarkan koleksi busana yang dikreasi sendiri oleh para pemiliknya, Hatice Boutique juga memfasilitasi para UKM di bidang fesyen yang ingin memasarkan produknya melalui Hatice Boutique.

Untuk proses pemasaran, Hatice menggunakan dua metode yakni offline dan online. Untuk offline, Hatice memiliki dua gerai yakni di Kemang dan Pondok Indah. Dengan adanya toko offline, para pembeli bisa melihat langsung beragam koleksi yang dihadirkan Hatice.

“Selain itu, kami juga aktif mengikuti berbagai pameran baik di dalam maupun luar negeri. Kami optimistis produk Hatice dapat diterima di pasar luar negeri karena kami selalu menekankan kualitas, model, serta kenyaman ketika dikenakan,” ujar Shobbibah Rohmah.

Untuk menyasar pasar luar negeri, Hatice Boutique akan mengikuti berbagai pameran di luar negeri dengan menggandeng kedutaan dan kementerian. Selain itu, pemasaran melalui sistem online juga dijalankan untuk menyasar pasar yang lebih luas. Oleh karena itulah, mulai awal tahun ini, Hatice Boutique mulai masuk ke pasar online melalui website haticeboutique.com.

“Ketika masuk dalam pasar online, tentu akan memperluas jangkauan pembeli, tidak terbatas hanya di Jakarta saja tetapi hingga ke seluruh daerah bahkan negara. Banyak promo-promo menarik juga yang kami berikan untuk penjualan melalui website,” tutur Mira.

Hatice Boutique memiliki koleksi lebih dari 700 item mulai dari baju muslimah, dress, kemeja, blouse, outer, hijab, hingga beragam aksesoris. Harga yang dibanderol mulai dari Rp100.000.

Setiap bulan, Hatice Boutique selalu menghadirkan sekitar 100-200 item baru. “Kita akan keluarkan baju muslim baru dan juga mukena,” tutup Maya.